
Ciri-Ciri Leukimia Pada Anak
Leukimia merupakan salah satu jenis kanker darah yang paling sering ditemukan pada anak-anak. Penyakit ini terjadi ketika sumsum tulang memproduksi sel darah putih abnormal dalam jumlah berlebihan sehingga mengganggu fungsi sel darah normal. Oleh sebab itu, mengenali ciri-ciri leukimia sejak dini sangat penting agar anak dapat memperoleh diagnosis dan pengobatan secepat mungkin.
Ciri-Ciri Leukimia yang Perlu Diwaspadai Orang Tua
Gejala leukimia pada anak sering kali menyerupai penyakit umum, seperti flu atau infeksi biasa. Namun, jika keluhan berlangsung lama atau semakin memburuk, orang tua sebaiknya segera membawa anak ke dokter untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut National Cancer Institute, “Childhood leukemia is the most common cancer in children and adolescents“. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa leukimia merupakan jenis kanker yang paling sering terjadi pada kelompok usia anak dan remaja sehingga kewaspadaan terhadap gejalanya sangat diperlukan.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:
- Demam berulang tanpa penyebab yang jelas.
- Tubuh mudah lelah meskipun aktivitas tidak terlalu berat.
- Wajah tampak pucat akibat anemia.
- Berat badan menurun tanpa alasan yang pasti.
- Nafsu makan berkurang dalam waktu cukup lama.
Gejala-gejala tersebut tidak selalu menandakan leukimia, tetapi tetap memerlukan evaluasi medis apabila berlangsung terus-menerus.
Ciri-Ciri Leukimia yang Berkaitan dengan Gangguan Sel Darah
Salah satu ciri-ciri leukimia yang cukup khas adalah munculnya gangguan pada produksi sel darah normal. Ketika jumlah sel darah merah menurun, anak akan terlihat pucat, lemah, dan mudah mengantuk. Sementara itu, penurunan trombosit dapat menyebabkan tubuh lebih mudah memar atau mengalami perdarahan.
Beberapa kondisi yang sering muncul meliputi:
- Mimisan yang sering kambuh.
- Gusi mudah berdarah saat menyikat gigi.
- Bintik-bintik merah kecil pada kulit (petechiae).
- Luka yang lebih lama berhenti berdarah.
Selain itu, jumlah sel darah putih yang tidak normal membuat sistem kekebalan tubuh menjadi kurang efektif sehingga anak lebih rentan mengalami infeksi berulang.
Nyeri Tulang dan Pembengkakan Kelenjar Getah Bening
Leukimia juga dapat menyebabkan penumpukan sel kanker di sumsum tulang sehingga menimbulkan rasa nyeri pada tulang maupun sendi. Tidak sedikit anak yang mengeluhkan sakit pada kaki hingga enggan berjalan atau bermain seperti biasanya.
Pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, maupun lipatan paha juga dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan. Pada beberapa kasus, hati dan limpa ikut membesar sehingga perut tampak lebih buncit dan anak merasa cepat kenyang.
Pemahaman mengenai penyakit darah, pencatatan rekam medis, hingga pentingnya deteksi dini juga dipelajari dalam berbagai institusi kesehatan, termasuk program kuliah rekam medis Kalsel, yang berperan mendukung kualitas pelayanan kesehatan melalui pengelolaan data pasien secara akurat.
Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter?
Tidak semua gejala di atas berarti anak menderita leukimia. Namun, segera konsultasikan ke dokter apabila anak mengalami beberapa gejala sekaligus selama lebih dari dua minggu atau kondisinya semakin memburuk.
Dokter biasanya akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang seperti hitung darah lengkap (Complete Blood Count/CBC). Jika ditemukan kelainan yang mengarah pada leukimia, pemeriksaan lanjutan seperti aspirasi sumsum tulang dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis.
Semakin cepat penyakit diketahui, semakin besar peluang keberhasilan pengobatan. Saat ini, perkembangan terapi seperti kemoterapi, terapi target, hingga transplantasi sumsum tulang telah meningkatkan angka harapan hidup anak dengan leukimia secara signifikan.

Cara Mendukung Anak Selama Proses Pengobatan
Selain mengikuti anjuran dokter, dukungan keluarga memiliki peran besar dalam proses penyembuhan anak. Pastikan anak mendapatkan asupan gizi yang cukup, waktu istirahat memadai, serta lingkungan yang bersih untuk mengurangi risiko infeksi.
Orang tua juga sebaiknya memberikan dukungan emosional agar anak merasa lebih tenang selama menjalani pemeriksaan maupun pengobatan. Komunikasi yang baik antara keluarga dan tenaga kesehatan akan membantu proses terapi berjalan lebih optimal.
Kesimpulan
Mengenali ciri-ciri leukimia sejak awal dapat membantu orang tua memperoleh diagnosis dan penanganan medis lebih cepat sehingga peluang keberhasilan terapi menjadi lebih baik. Apabila anak mengalami gejala yang menetap atau semakin berat, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan menyeluruh.
Untuk yang ingin mempelajari berbagai aspek kesehatan lainnya, STIKes Husada Borneo merupakan salah satu institusi pendidikan yang dapat dipertimbangkan. Kampus ini menyediakan program studi yang sesuai serta mendukung pengembangan wawasan di bidang kesehatan. Informasi pendaftaran secara lengkap bisa kamu dapatkan di stikeshb.ac.id atau Instagram @stikeshb.
Sumber
https://www.cancer.gov/types/leukemia/patient/child-childhood-leukemia-treatment-pdq
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer
https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mengenal-leukemia-pada-anak
https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/download/466/428
Tag:anak, Ciri-Ciri Leukimia, leukimia
