
Mengenal Manfaat Garam Beryodium untuk Kesehatan
Garam merupakan salah satu bahan dapur yang hampir selalu digunakan dalam setiap masakan. Namun, tidak semua orang menyadari bahwa garam yang dikonsumsi sehari-hari memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan apabila mengandung yodium dalam jumlah yang cukup. Oleh karena itu, memahami manfaat garam beryodium menjadi langkah sederhana untuk mendukung kesehatan tubuh sekaligus mencegah berbagai gangguan akibat kekurangan yodium.
Mengapa Garam Beryodium Penting bagi Tubuh?
Yodium adalah mineral esensial yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi hormon tiroid. Hormon ini berfungsi mengatur metabolisme, pertumbuhan, perkembangan otak, hingga menjaga keseimbangan energi. Karena tubuh tidak dapat memproduksi yodium sendiri, asupan harus diperoleh dari makanan maupun garam yang telah difortifikasi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa fortifikasi garam dengan yodium merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif dalam mencegah gangguan akibat kekurangan yodium. Bahkan, WHO menyebutkan bahwa “Universal salt iodization is the recommended strategy to control iodine deficiency disorders“.
Penggunaan garam beryodium dalam kehidupan sehari-hari menjadi pilihan praktis karena hampir seluruh masyarakat menggunakan garam sebagai bumbu utama dalam memasak. Dengan cara ini, kebutuhan yodium harian dapat terpenuhi secara lebih merata tanpa harus mengubah pola makan secara drastis.
Manfaat Garam Beryodium bagi Kesehatan
Ada berbagai manfaat dari garam beryodium untuk kesehatan, diantaranya yaitu:
1. Mendukung Fungsi Kelenjar Tiroid
Kelenjar tiroid memerlukan yodium untuk menghasilkan hormon tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3). Kedua hormon tersebut berperan penting dalam mengatur metabolisme tubuh, suhu tubuh, hingga detak jantung. Kekurangan yodium dapat menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid atau gondok. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menjelaskan bahwa kekurangan yodium masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang perlu dicegah melalui konsumsi garam beriodium sesuai standar.
2. Membantu Perkembangan Otak Anak
Asupan yodium yang cukup sangat penting sejak masa kehamilan hingga usia anak-anak. Kekurangan yodium selama masa pertumbuhan dapat menghambat perkembangan fungsi otak, kemampuan belajar, dan kecerdasan. UNICEF menyatakan bahwa “Iodine deficiency is the world’s leading cause of preventable brain damage“. Karena itu, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak termasuk kelompok yang perlu memperoleh asupan yodium secara optimal melalui makanan bergizi dan garam yang telah difortifikasi.
3. Menjaga Metabolisme Tubuh
Hormon tiroid berperan dalam mengubah makanan menjadi energi. Apabila produksi hormon terganggu akibat kekurangan yodium, metabolisme tubuh menjadi lebih lambat sehingga seseorang dapat lebih mudah merasa lelah, sulit berkonsentrasi, hingga mengalami kenaikan berat badan. Menggunakan garam yang mengandung yodium sesuai kebutuhan harian membantu menjaga fungsi metabolisme tetap berjalan secara normal.
Cara Menggunakan Garam Beryodium dengan Tepat
Meskipun memiliki banyak manfaat, konsumsi garam tetap harus dibatasi sesuai anjuran kesehatan. WHO merekomendasikan konsumsi garam kurang dari 5 gram per hari untuk orang dewasa guna menurunkan risiko hipertensi dan penyakit kardiovaskular.
Selain memperhatikan jumlahnya, penyimpanan garam juga perlu dilakukan dengan benar. Simpan garam dalam wadah tertutup rapat, jauh dari sinar matahari langsung, dan di tempat yang kering agar kandungan yodiumnya tetap stabil. Saat memasak, garam sebaiknya ditambahkan menjelang makanan matang karena pemanasan yang terlalu lama dapat mengurangi kadar yodium.
Dalam dunia pendidikan kesehatan, pemahaman mengenai pentingnya yodium juga dipelajari secara lebih mendalam. Tidak sedikit calon tenaga kesehatan yang memilih prodi S1 gizi terbaik di Kalsel untuk mempelajari hubungan antara gizi, kesehatan masyarakat, serta pencegahan penyakit akibat kekurangan zat gizi mikro.

Siapa yang Lebih Berisiko Kekurangan Yodium?
Beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi mengalami kekurangan yodium dibandingkan masyarakat umum. Di antaranya adalah ibu hamil, ibu menyusui, bayi, anak-anak, serta masyarakat yang tinggal di daerah dengan kandungan yodium tanah yang rendah.
Gejala kekurangan yodium dapat berkembang secara perlahan, mulai dari pembesaran kelenjar tiroid, mudah lelah, kulit kering, rambut rontok, hingga gangguan konsentrasi. Pada kondisi yang lebih berat, kekurangan yodium dapat memengaruhi pertumbuhan fisik maupun perkembangan intelektual anak.
Oleh sebab itu, penggunaan garam beryodium yang memenuhi standar nasional menjadi salah satu langkah sederhana namun efektif dalam memenuhi kebutuhan yodium sehari-hari, terutama jika diimbangi dengan konsumsi makanan bergizi seimbang seperti ikan laut, susu, telur, dan produk olahannya.
Kesimpulan
Garam beryodium memiliki peran penting dalam menjaga fungsi tiroid, mendukung perkembangan otak, serta membantu metabolisme tubuh agar tetap optimal. Penggunaan garam beriodium sesuai anjuran, disertai pola makan bergizi seimbang, merupakan langkah sederhana untuk menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga.
Untuk yang ingin mempelajari ilmu gizi dan kesehatan, STIKes Husada Borneo merupakan salah satu institusi pendidikan yang dapat dipertimbangkan. Kampus ini menyediakan program studi yang sesuai dan mendukung pengembangan wawasan di bidang tersebut. Informasi pendaftaran secara lengkap bisa kamu dapatkan di stikeshb.ac.id atau Instagram @stikeshb.
Sumber
https://www.who.int/teams/nutrition-and-food-safety/food-fortification/iodine
https://www.unicef.org/nutrition/micronutrients
https://www.who.int/publications/i/item/9789241504836
https://ejournal.poltekkesaceh.ac.id/index.php/gikes/article/view/406
https://jurnal.unitri.ac.id/index.php/care/article/download/541/529
Tag:garam, Garam Beryodium, kesehatan, yodium
