
Peran Ahli Gizi dalam Menu Ramadan
Bulan Ramadan adalah waktu yang spesial bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah sekaligus menjaga kesehatan tubuh. Perubahan pola makan selama puasa sering menimbulkan tantangan, mulai dari asupan energi yang tidak seimbang hingga risiko gangguan pencernaan. Di sinilah peran ahli gizi menjadi sangat penting. Dengan pengetahuan tentang kebutuhan nutrisi, ahli gizi dapat membantu merancang menu sahur dan berbuka yang sehat, seimbang, serta sesuai dengan kebutuhan individu.
Ahli Gizi dan Perencanaan Menu Sahur
Sahur merupakan sumber energi utama untuk menjalani puasa sepanjang hari. Menu yang disusun oleh ahli gizi biasanya mengutamakan karbohidrat kompleks, protein, serat, vitamin, dan mineral. Karbohidrat kompleks dari nasi merah, roti gandum, atau oatmeal membantu menjaga rasa kenyang lebih lama. Sementara protein dari telur, ikan, tahu, dan tempe berperan penting dalam mempertahankan massa otot dan mendukung fungsi metabolisme tubuh.
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, “Menu sahur yang seimbang bergizi membantu menjaga stamina dan mencegah dehidrasi selama puasa”. Hal itu menunjukkan bahwa menu sahur yang dirancang dengan baik oleh ahli gizi bukan hanya menjaga energi, tetapi juga mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Peran Ahli Gizi dalam Menu Berbuka
Berbuka puasa sering menjadi momen di mana banyak orang cenderung mengonsumsi makanan berkalori tinggi secara berlebihan. Di sinilah ahli gizi memberikan peran penting, yaitu menyusun strategi berbuka secara bertahap. Biasanya, berbuka dimulai dengan air putih dan kurma, lalu diikuti makanan utama yang seimbang dengan karbohidrat, protein, sayuran, dan lemak sehat. Pendekatan ini membantu mencegah lonjakan gula darah dan mengurangi risiko gangguan pencernaan.
World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa “Balanced nutrition during fasting periods helps maintain metabolic health and prevents excessive calorie intake”. Kutipan ini menekankan pentingnya bimbingan ahli gizi agar berbuka puasa tetap aman, sehat, dan mendukung metabolisme tubuh.

Takjil dan Snack Sehat: Saran Ahli Gizi
Selain menu utama, takjil atau snack ringan saat berbuka juga perlu diperhatikan. Ahli gizi biasanya menyarankan konsumsi takjil rendah gula, kaya serat, dan mengandung nutrisi seperti buah segar, yogurt rendah lemak, atau kacang-kacangan. Pemilihan takjil yang tepat membantu menahan rasa lapar berlebihan, menjaga gula darah stabil, dan mendukung kenyamanan saat puasa.
Harvard T.H. Chan School of Public Health menyatakan bahwa “Choosing nutrient-dense foods over sugar-laden snacks helps maintain energy levels, control weight, and support overall health”. Kutipan ini menunjukkan bahwa pemilihan takjil sehat sesuai rekomendasi ahli gizi memiliki dampak positif pada kesehatan secara keseluruhan.
Manfaat Edukasi Ahli Gizi untuk Masyarakat
Peran ahli gizi tidak hanya terbatas pada perencanaan menu, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat. Mereka membantu masyarakat memahami kebutuhan gizi individu, porsi makan yang tepat, dan pentingnya hidrasi selama puasa. Edukasi ini juga mencakup pengenalan bahan pangan lokal yang sehat, tips memasak rendah lemak, serta strategi mengatur konsumsi gula dan garam agar pola makan tetap seimbang.
Selain itu, keterlibatan ahli gizi membantu mengurangi risiko masalah kesehatan selama Ramadan, seperti sembelit, dehidrasi, dan lonjakan gula darah. Penerapan saran ahli gizi secara konsisten juga dapat membentuk kebiasaan pola makan sehat jangka panjang.
Kesimpulan
Peran ahli gizi selama Ramadan sangat strategis dalam memastikan asupan makanan tetap sehat, seimbang, dan sesuai kebutuhan tubuh. Mulai dari merancang menu sahur dan berbuka yang tepat, memilih takjil sehat, hingga memberikan edukasi gizi kepada masyarakat, kehadiran ahli gizi membantu menjaga kesehatan fisik sekaligus mendukung kelancaran ibadah. Pemahaman ini juga penting bagi mahasiswa yang sedang menempuh kuliah gizi Banjarbaru, agar mampu mengaplikasikan ilmu gizi dalam kehidupan nyata dan membimbing masyarakat menuju pola makan sehat selama puasa.
Sementara bagi yang ingin menjadi ahli gizi, STIKes Husada Borneo merupakan salah satu institusi pendidikan yang dapat dipertimbangkan. Kampus ini menyediakan program studi yang sesuai dan mendukung pengembangan wawasan di bidang gizi dan kesehatan masyarakat. Informasi pendaftaran secara lengkap bisa kamu dapatkan di stikeshb.ac.id atau Instagram @stikeshb.
Sumber
https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3239/asupan-gizi-yang-baik-saat-puasa
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/healthy-diet
https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/healthy-eating-plate/
https://ejournal.medistra.ac.id/index.php/JPK/article/download/733/362/6308 https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/5179478
Tag:ahli gizi, gizi, menu, menu Ramadan, Ramadan
