
Kompres Demam Gunakan Air Hangat Atau Dingin?
Demam merupakan kondisi yang sering dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa. Saat suhu tubuh meningkat, banyak orang langsung mencari cara sederhana untuk membantu menurunkannya, salah satunya dengan mengompres tubuh. Namun, masih banyak yang bingung apakah kompres demam sebaiknya menggunakan air hangat atau air dingin. Perbedaan pemahaman ini sering memunculkan berbagai pendapat di masyarakat. Padahal, cara yang digunakan dapat memengaruhi kenyamanan dan respons tubuh saat mengalami demam.
Kompres Demam yang Dianjurkan Secara Medis
Secara umum, tenaga medis lebih menyarankan penggunaan air hangat dibandingkan air dingin untuk membantu menurunkan suhu tubuh. Air hangat membantu pembuluh darah di kulit melebar sehingga panas tubuh lebih mudah keluar melalui permukaan kulit.
Sebaliknya, penggunaan air terlalu dingin justru dapat membuat tubuh menggigil. Saat menggigil, tubuh akan menghasilkan panas tambahan sehingga suhu tubuh bisa semakin meningkat.
Menurut Mayo Clinic, penggunaan air hangat lebih dianjurkan saat demam. Mereka menjelaskan bahwa “Use lukewarm water, not cold water, for sponging during a fever”. Karena itu, metode kompres demam dengan air hangat dinilai lebih aman dan nyaman untuk membantu tubuh melepaskan panas secara perlahan.
Mengapa Air Dingin Tidak Disarankan?
Banyak orang mengira air dingin akan mempercepat penurunan suhu tubuh. Namun, tubuh memiliki mekanisme pertahanan alami terhadap suhu dingin.
Ketika kulit terkena air yang terlalu dingin, pembuluh darah akan menyempit dan tubuh bereaksi dengan menggigil. Kondisi ini membuat panas justru terperangkap di dalam tubuh.
Selain itu, penggunaan es atau air sangat dingin dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama pada anak-anak. Dalam beberapa kasus, tubuh bahkan bisa mengalami stres akibat perubahan suhu yang terlalu drastis.
Cara Kompres Demam yang Tepat
Untuk melakukan kompres, gunakan air hangat suam-suam kuku, bukan air panas. Basahi handuk kecil atau kain lembut, lalu tempelkan pada area tubuh seperti dahi, leher, ketiak, atau lipatan paha. Area tersebut memiliki banyak pembuluh darah dekat permukaan kulit sehingga membantu pelepasan panas lebih efektif.
Kompres sebaiknya dilakukan selama beberapa menit dan kain dapat dibasahi ulang jika mulai dingin. Selain itu, pastikan penderita tetap cukup minum agar tidak mengalami dehidrasi selama demam. Dalam dunia pendidikan kesehatan, pemahaman tentang penanganan dasar seperti ini juga menjadi materi penting, termasuk di program D4 rekam medis Kalimantan Barat yang mempelajari dokumentasi dan edukasi kesehatan masyarakat.

Kompres Demam dan Kapan Harus ke Dokter
Meski kompres dapat membantu memberikan rasa nyaman, penting untuk memahami bahwa metode ini bukan pengobatan utama terhadap penyebab demam. Jika suhu tubuh sangat tinggi, berlangsung lebih dari tiga hari, atau disertai gejala seperti sesak napas, kejang, dan lemas berat, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention, demam yang berlangsung lama dapat menjadi tanda adanya infeksi atau kondisi medis lain yang memerlukan penanganan khusus (Fever may be a symptom of infection or illness). Karena itu, pemantauan kondisi tubuh tetap penting selama demam berlangsung.
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Demam
Selain melakukan kompres, istirahat cukup juga sangat membantu proses pemulihan tubuh. Konsumsi makanan bergizi dan cairan yang cukup dapat mendukung sistem imun bekerja lebih baik.
Hindari penggunaan pakaian terlalu tebal karena dapat menghambat pelepasan panas tubuh. Gunakan pakaian yang nyaman dan memiliki sirkulasi udara baik agar tubuh tetap merasa sejuk. Jika diperlukan, penggunaan obat penurun panas dapat dilakukan sesuai anjuran dokter atau aturan pada kemasan.
Kesimpulan
Penggunaan air hangat lebih dianjurkan dibandingkan air dingin untuk membantu menurunkan suhu tubuh saat demam. Air hangat membantu tubuh melepaskan panas secara alami tanpa memicu menggigil yang justru dapat meningkatkan suhu tubuh. Meski terlihat sederhana, cara melakukan kompres demam yang tepat dapat membantu tubuh terasa lebih nyaman selama masa pemulihan. Namun, jika demam tidak membaik atau disertai gejala serius, pemeriksaan medis tetap menjadi langkah yang penting.
Untuk yang ingin mempelajari lebih dalam terkait penanganan dasar kesehatan dan edukasi medis masyarakat, STIKes Husada Borneo merupakan salah satu institusi pendidikan yang dapat dipertimbangkan. Kampus ini menyediakan program studi yang sesuai dan mendukung pengembangan wawasan di bidang tersebut. Informasi pendaftaran secara lengkap bisa kamu dapatkan di stikeshb.ac.id atau Instagram @stikeshb.
Sumber
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fever/in-depth/fever/art-20050997
https://medlineplus.gov/fever.html
https://jurnal.unitri.ac.id/index.php/care/article/download/1665/pdf
https://jurnal.stikesht-tpi.ac.id/index.php/jurkep/article/download/21/22
