
Tradisi Indonesia: Berbalas Kunjong Saat Lebaran
Lebaran di berbagai daerah di Indonesia selalu memiliki ciri khas yang membuat suasananya terasa berbeda. Selain hidangan khas dan kegiatan ibadah, ada pula kebiasaan sosial yang diwariskan dari generasi ke generasi. Salah satu yang menarik adalah berbalas kunjong di Pontianak, sebuah kebiasaan saling mengunjungi keluarga, kerabat, dan tetangga untuk mempererat hubungan. Kebiasaan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, tetapi mencerminkan nilai kekeluargaan yang kuat dalam tradisi Indonesia, terutama di masyarakat Kalimantan Barat yang menjunjung tinggi kebersamaan.
Makna Berbalas Kunjong dalam Tradisi Indonesia
Berbalas kunjong berasal dari kata “kunjong” yang dalam bahasa Melayu setempat berarti berkunjung. Tradisi ini dilakukan secara bergantian; seseorang yang telah menerima kunjungan biasanya akan membalas kunjungan tersebut dalam waktu yang tidak terlalu lama. Suasana Lebaran menjadi momen paling tepat untuk menjalankan kebiasaan ini karena hampir semua anggota keluarga berkumpul di kampung halaman.
Dalam praktiknya, berbalas kunjong tidak hanya dilakukan antar keluarga dekat, tetapi juga kepada tetangga, rekan kerja, bahkan tokoh masyarakat. Tuan rumah biasanya menyuguhkan makanan khas Lebaran seperti ketupat, opor, atau kue tradisional, sementara tamu datang dengan niat mempererat silaturahmi. Nilai yang ditekankan bukanlah kemewahan hidangan, melainkan kehangatan interaksi.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pernah menegaskan pentingnya silaturahmi sebagai bagian dari budaya masyarakat. Dalam salah satu artikel kebudayaan disebutkan bahwa “silaturahmi pada hari raya merupakan bagian dari warisan budaya yang memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat”. Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa kebiasaan seperti berbalas kunjong bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga bagian dari identitas budaya.
Proses dan Suasana Berbalas Kunjong di Pontianak
Pada hari pertama Lebaran, masyarakat biasanya memulai dengan mengunjungi keluarga inti terlebih dahulu. Setelah itu, kunjungan dilanjutkan ke rumah kerabat yang lebih jauh atau tetangga sekitar. Anak-anak sering ikut serta karena suasana kunjungan biasanya meriah, penuh canda, dan diwarnai berbagai hidangan khas.
Menariknya, di beberapa lingkungan di Pontianak, jadwal kunjungan bahkan bisa diatur secara tidak resmi agar setiap rumah mendapat giliran menerima tamu. Hal ini membuat suasana kebersamaan terasa lebih terorganisasi sekaligus meriah. Selain itu, tradisi ini juga menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal sanak saudara yang mungkin jarang ditemui sepanjang tahun.
Di tengah perkembangan zaman, kebiasaan berbalas kunjong tetap bertahan meskipun masyarakat kini memiliki kesibukan yang lebih padat. Banyak keluarga yang tetap menyempatkan diri untuk berkunjung, meskipun waktunya lebih singkat dibandingkan masa lalu. Hal ini menunjukkan bahwa nilai kekeluargaan masih menjadi bagian penting dari kehidupan sosial.

Nilai Sosial dan Budaya yang Terkandung
Berbalas kunjong memiliki sejumlah nilai yang relevan hingga sekarang. Pertama, tradisi ini memperkuat hubungan kekeluargaan dan mempererat hubungan antarwarga. Kedua, kegiatan ini menumbuhkan rasa saling menghargai dan kepedulian sosial. Ketiga, berbalas kunjong juga menjadi sarana pendidikan budaya bagi anak-anak agar mereka memahami pentingnya menjaga hubungan baik dengan orang lain.
Selain itu, tradisi semacam ini menunjukkan bagaimana masyarakat Indonesia memandang Lebaran bukan hanya sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai momentum sosial. Kehangatan yang tercipta dari kunjungan langsung sering kali tidak dapat tergantikan oleh komunikasi digital. Menariknya, nilai-nilai kebersamaan seperti ini juga sering menjadi bahan kajian di berbagai institusi pendidikan karena hubungan sosial yang baik terbukti berkontribusi pada kesejahteraan psikologis.
Kesimpulan
Berbalas kunjong di Pontianak merupakan salah satu contoh kekayaan budaya yang menunjukkan kuatnya nilai kebersamaan dalam masyarakat. Melalui kunjungan sederhana, hubungan kekeluargaan dapat terjaga, rasa saling menghormati dapat dipupuk, dan identitas budaya tetap hidup di tengah perubahan zaman. Tradisi semacam ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan kepedulian sosial adalah bagian penting dari kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, bagi yang mencari Kampus di Kalimantan Selatan untuk lanjutkan pendidikan, STIKes Husada Borneo merupakan salah satu institusi pendidikan yang dapat dipertimbangkan. Kampus ini menyediakan program studi yang sesuai dan mendukung pengembangan wawasan di bidang tersebut. Informasi pendaftaran secara lengkap bisa kamu dapatkan di stikeshb.ac.id atau Instagram @stikeshb.
Sumber
https://kebudayaan.kemdikbud.go.id
https://himasiera-orm.ipb.ac.id/240419-wu/ https://gudangjurnal.com/index.php/gjmi/article/download/36/34/121
