
Samarinda Kalimantan Apa? Cek Fakta Geografis dan Sejarah
Banyak yang bertanya: Samarinda Kalimantan apa? Apakah sekadar kota biasa, atau memiliki latar sejarah dan geografis yang unik? Artikel ini membahas secara jelas apa sebenarnya Samarinda baik dari sisi letak geografis maupun perjalanan sejarahnya untuk memberikan gambaran menyeluruh yang tepat.
Samarinda Kalimantan Apa dari Segi Geografis?
Secara administratif, Samarinda adalah ibu kota Provinsi Kalimantan Timur, terletak di Pulau Kalimantan bagian timur. Kota ini memiliki luas sekitar 718 km² (menurut data Pemkot Samarinda) dan juga disebut dengan angka sekitar 783 km² dalam beberapa sumber. Letaknya berada pada koordinat 00°19′–00°42′ LS dan 117°03′–117°18′ BT.
Samarinda dibelah oleh Sungai Mahakam, urat nadi kota yang menghubungkan ke pedalaman serta laut melalui wilayah Kutai Kartanegara, Bontang, dan Balikpapan. Kota ini masuk zona khatulistiwa, beriklim tropis dengan curah hujan dan kelembapan tinggi, serta suhu rata-rata sekitar 28 °C. Topografinya didominasi oleh dataran rendah dan perbukitan dengan elevasi antara 10 hingga 200 meter di atas permukaan laut.

Samarinda Kalimantan Apa dari Segi Sejarah?
Samarinda memang bukan asal nama yang tiba-tiba karena sebutan itu berkembang dari bahasa Banjar, “sama-randah”, berarti permukaan yang rendah sebagaimana muncul di tepian Sungai Mahakam. Sejak abad ke-13, area ini sudah dihuni enam kampung kuno (Pulau Atas, Karang Asam, Karang Mumus, Loa Bakung, Sambutan, dan Mangkupalas) disebut dalam Salasilah Raja Kutai Kartanegara. Wilayah ini sempat menjadi bagian dari Kerajaan Kutai Kartanegara yang pusatnya berpindah dari Kutai Lama hingga Tenggarong, dan menjadi kota pelabuhan sejak abad ke-18.
Pada masa kolonial Belanda, Samarinda ditetapkan sebagai desa pemerintah (Vierkante‑Paal) pada 1896, menjadi pusat administrasi langsung Hindia Belanda. Setelah Proklamasi 1945, kota ini menjadi ibu kota Keresidenan Kalimantan Timur (1946), kemudian Daerah Istimewa Kutai (1953–1957), hingga akhirnya ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Timur pada 1957. 21 Januari 1960, Samarinda resmi menjadi kotapraja; kemudian kotamadya (1965) dan kota penuh sejak 1999.
Kesimpulan
Dengan demikian, Samarinda bukan sekadar kota biasa, karena Samarinda adalah ibu kota Provinsi Kalimantan Timur yang memiliki kedudukan strategis dari sisi geografis maupun historis. Dari peranannya sebagai pusat kerajaan zaman dulu hingga kota administratif penting era kolonial dan republik, Samarinda terus tumbuh menjadi kota modern dengan warisan budaya yang kuat.
Untuk yang ingin mempelajari ilmu kesehatan di Samarinda, STIKes Husada Borneo merupakan salah satu institusi pendidikan yang dapat dipertimbangkan. Kampus ini menyediakan program studi yang sesuai dan mendukung pengembangan wawasan di bidang tersebut. Informasi pendaftaran secara lengkap bisa kamu dapatkan di stikeshb.ac.id atau Instagram @stikeshb.
Sumber
https://samarindakota.go.id/laman/kondisi-geografis
https://profilbaru.com/Kota_Samarinda
https://setda.samarindakota.go.id/laman/sejarah-samarinda
https://samarindakota.go.id/laman/sejarah-samarinda
https://p2k.stekom.ac.id/index.php/ensiklopedia/Kota_Samarinda
Tag:Kalimantan, Samarinda