
Minuman Sehat untuk Buka Puasa
Berbuka puasa adalah momen yang paling ditunggu setelah seharian menahan lapar dan haus. Namun, pilihan makanan dan minuman saat berbuka sering kali kurang diperhatikan. Banyak orang langsung mengonsumsi minuman tinggi gula atau berwarna mencolok tanpa memikirkan dampaknya bagi tubuh. Padahal, setelah berpuasa, tubuh membutuhkan cairan dan nutrisi yang tepat agar energi kembali pulih secara bertahap. Memilih minuman sehat menjadi langkah sederhana yang dapat membantu menjaga keseimbangan cairan, mendukung metabolisme, dan mencegah rasa lemas di malam hari.
Pilihan Minuman Sehat yang Baik untuk Berbuka
Salah satu pilihan terbaik saat berbuka adalah air putih. Air membantu tubuh menggantikan cairan yang hilang selama berpuasa sekaligus mendukung fungsi organ. Organisasi Kesehatan Dunia menjelaskan bahwa “Drinking-water is essential for life,” yang menegaskan pentingnya air sebagai kebutuhan dasar tubuh.
Selain air putih, jus buah tanpa tambahan gula juga dapat menjadi alternatif. Buah mengandung vitamin, mineral, dan serat yang membantu proses pemulihan energi. Pilihan seperti jus jeruk, semangka, atau melon memberikan rasa segar sekaligus membantu hidrasi.
Minuman lain yang baik dikonsumsi adalah air kelapa. Kandungan elektrolit alaminya membantu menggantikan cairan tubuh dengan lebih efektif. Sup hangat atau infused water juga dapat menjadi pilihan ringan yang menenangkan sistem pencernaan setelah seharian kosong.
Penting untuk diingat bahwa minuman tinggi gula sebaiknya dibatasi. Konsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan lonjakan energi yang cepat, tetapi juga membuat tubuh lebih cepat lelah setelahnya. Karena itu, mengutamakan minuman sehat dalam menu berbuka dapat membantu menjaga stamina hingga waktu sahur.

Tips Menyiapkan Minuman Sehat Saat Ramadhan
Menyiapkan minuman yang baik sebenarnya tidak memerlukan bahan mahal atau proses rumit. Langkah pertama adalah memilih bahan alami dan segar. Buah yang sedang musim biasanya lebih mudah didapat dan rasanya lebih manis secara alami, sehingga tidak perlu tambahan gula berlebih.
Kedua, perhatikan cara pengolahan. Menggunakan blender tanpa menambahkan pemanis buatan dapat mempertahankan kandungan nutrisi buah. Jika ingin rasa yang sedikit berbeda, madu dapat menjadi alternatif pemanis alami dalam jumlah kecil.
Ketiga, perhatikan porsi. Minum secara bertahap sejak waktu berbuka hingga malam hari membantu tubuh menyerap cairan dengan lebih baik. Kebiasaan ini juga mengurangi risiko rasa kembung atau tidak nyaman setelah minum dalam jumlah besar sekaligus.
Selain itu, menjaga variasi minuman juga penting agar tidak bosan. Kombinasi buah, air kelapa, atau minuman hangat rendah gula dapat menjadi pilihan bergantian setiap hari. Dengan cara ini, kebutuhan cairan terpenuhi sekaligus memberikan pengalaman berbuka yang lebih menyenangkan.
Kebiasaan kecil seperti mengurangi sirup berwarna, membatasi minuman bersoda, dan mengganti minuman instan dengan bahan alami dapat memberikan perubahan besar dalam jangka panjang. Tubuh akan terasa lebih ringan, kualitas tidur lebih baik, dan energi tetap stabil selama menjalani ibadah puasa.
Kesimpulan
Memilih minuman yang tepat saat berbuka puasa merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Air putih, jus buah tanpa gula, air kelapa, serta minuman hangat alami dapat membantu memulihkan energi secara bertahap dan menjaga keseimbangan cairan. Dengan membiasakan diri memilih minuman sehat, tubuh akan lebih siap menjalani aktivitas malam hari maupun persiapan sahur keesokan harinya.
Sementara bagi yang ingin lanjutkan pendidikan S1 gizi di Kalimantan, STIKes Husada Borneo adalah salah satu institusi pendidikan yang dapat dipertimbangkan. Kampus ini menyediakan program studi yang sesuai dan mendukung pengembangan wawasan di bidang tersebut. Informasi pendaftaran secara lengkap bisa kamu dapatkan di stikeshb.ac.id atau Instagram @stikeshb.
Sumber
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/drinking-water
https://www.alodokter.com/daftar-minuman-sehat-untuk-buka-puasa
Tag:buka puasa, minuman sehat
