
Kista Ovarium: Gejala yang Diam-Diam Mengganggu Kesuburan
Banyak perempuan tidak menyadari bahwa gangguan pada sistem reproduksi dapat muncul tanpa gejala yang jelas. Salah satu kondisi yang kerap luput dari perhatian adalah kista ovarium. Meskipun tidak selalu berbahaya, keberadaannya bisa memengaruhi fungsi ovarium dan, dalam jangka panjang, mengganggu kesuburan. Karena gejalanya sering samar, perempuan perlu lebih peka terhadap perubahan tubuh agar penanganan dapat dilakukan sejak dini.
Memahami Apa Itu Kista Ovarium
Kista ovarium adalah kantung berisi cairan yang muncul pada ovarium. Sebagian besar bersifat jinak dan dapat hilang dengan sendirinya, terutama pada perempuan usia reproduktif. Namun, beberapa jenis kista dapat tumbuh lebih besar, menyebabkan nyeri, atau memengaruhi proses ovulasi. Kondisi inilah yang berpotensi mengganggu kesuburan, terutama jika dibiarkan tanpa pemeriksaan medis.
Gejala Kista Ovarium yang Sering Diabaikan
Ada sejumlah gejala kista ovarium yang seringkali tidak disadari, diantaranya sebagai berikut:
1. Nyeri di Area Panggul
Nyeri panggul adalah gejala paling umum, tetapi banyak perempuan menganggapnya sebagai kram menstruasi biasa. Padahal, nyeri yang muncul secara tiba-tiba, terasa menusuk, atau berlangsung lama bisa mengindikasikan adanya kista yang sedang tumbuh.
2. Menstruasi Tidak Teratur
Siklus menstruasi yang berubah tanpa alasan jelas dapat menjadi tanda adanya gangguan pada ovarium. Kista tertentu dapat memengaruhi produksi hormon sehingga menyebabkan menstruasi datang lebih cepat, lebih lambat, atau lebih banyak dari biasanya.
3. Perut Kembung atau Terasa Penuh
Banyak yang berpikir perut kembung hanya disebabkan makanan. Namun, jika rasa penuh atau kembung sering muncul, terutama disertai nyeri tumpul di perut bagian bawah, kista ovarium bisa menjadi salah satu penyebabnya.
4. Sakit Saat Berhubungan Intim
Nyeri yang muncul saat atau setelah berhubungan seksual tidak boleh diabaikan. Ini dapat terjadi jika kista berada di posisi yang mudah tertekan saat aktivitas seksual berlangsung.
5. Sering Buang Air Kecil
Kista berukuran besar dapat menekan kandung kemih, menyebabkan rasa ingin buang air kecil lebih sering. Meski terlihat ringan, ini adalah gejala yang perlu diperhatikan.
Dampak Kista Ovarium terhadap Kesuburan
Tidak semua kista ovarium menyebabkan masalah kesuburan, tetapi beberapa jenis memang dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk berovulasi. Berikut beberapa penjelasannya:
1. Kista Endometriosis
Ini adalah jenis kista yang sering dikaitkan dengan masalah kesuburan. Endometriosis dapat mengganggu tuba falopi, menurunkan kualitas sel telur, dan memicu peradangan yang menghambat proses pembuahan.
2. Kista Polikistik (PCOS)
Pada PCOS, kista-kista kecil di ovarium muncul akibat gangguan hormon. Kondisi ini menyebabkan ovulasi tidak terjadi secara teratur, sehingga peluang kehamilan menurun. Selain itu, PCOS biasanya disertai gejala lain seperti jerawat, pertambahan berat badan, dan pertumbuhan rambut berlebih.
3. Kista yang Menghambat Ovulasi
Beberapa kista dapat menghambat pelepasan sel telur dari ovarium. Jika hal ini terjadi secara terus-menerus, proses pembuahan pun menjadi sulit.
Penyebab Kista Ovarium yang Perlu Diketahui
Kista dapat muncul karena berbagai faktor, antara lain:
- Ketidakseimbangan hormon, yang sering terjadi pada perempuan usia reproduktif.
- Riwayat keluarga, karena beberapa jenis kista cenderung bersifat genetik.
- Infeksi panggul, yang dapat menyebabkan peradangan pada ovarium.
- Gaya hidup, seperti stres berlebihan atau pola makan tidak teratur yang dapat memengaruhi siklus hormon.

Cara Mencegah dan Mengelola Kista Ovarium
Untuk menjaga kesehatan ovarium, beberapa langkah berikut dapat dilakukan:
- Melakukan pemeriksaan USG secara berkala.
- Mencatat siklus menstruasi untuk memantau perubahan tidak wajar.
- Menjaga berat badan tetap ideal untuk menstabilkan hormon.
- Mengatur pola makan dan memperbanyak sayuran hijau.
- Menghindari stres berlebih yang dapat mengganggu sistem endokrin.
Jika dokter menemukan adanya kista, penanganan dapat berupa observasi rutin, terapi hormon, hingga tindakan pembedahan jika ukuran kista terlalu besar atau menimbulkan nyeri hebat.
Kesimpulan
Kista ovarium memang tidak selalu berbahaya, tetapi gejalanya yang sering tidak terasa membuat banyak perempuan terlambat menyadari kehadirannya. Padahal, beberapa jenis kista dapat mengganggu kesuburan jika tidak segera ditangani. Dengan mengenali gejala dan melakukan pemeriksaan rutin, risiko komplikasi dapat ditekan sejak awal.
Sementara, bagi yang ingin lanjutkan pendidikan di D3 rekam medis Kalimantan Timur, STIKes Husada Borneo merupakan salah satu institusi pendidikan yang dapat dipertimbangkan. Kampus ini menyediakan program studi yang sesuai dan mendukung pengembangan wawasan di bidang tersebut. Informasi pendaftaran secara lengkap bisa kamu dapatkan di stikeshb.ac.id atau Instagram @stikeshb.
Sumber
https://www.who.int/southeastasia/health-topics/reproductive-health
https://journal.uii.ac.id/khazanah/article/download/24765/14118/83816
https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/320
https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(18)32532-1/fulltext
Tag:kista, kista ovarium, ovarium
