
Berbuka Puasa? Inilah Makanan yang Perlu Dihindari
Berbuka puasa adalah momen penting setelah menahan lapar dan haus sepanjang hari. Memilih makanan yang tepat saat berbuka puasa tidak hanya penting untuk mengembalikan energi tubuh, tetapi juga untuk menjaga kesehatan pencernaan. Banyak orang terburu-buru mengonsumsi makanan manis, gorengan, atau makanan berat lainnya tanpa mempertimbangkan dampaknya pada tubuh. Oleh karena itu, penting untuk memahami makanan apa yang sebaiknya dihindari saat berbuka puasa agar tubuh tetap bugar dan tidak mudah lemas.
Hindari Saat Berbuka Puasa: Makanan Tinggi Gula
Seringkali saat berbuka puasa, minuman manis dan kue menjadi pilihan utama karena dianggap mampu mengembalikan energi secara cepat. Namun, makanan tinggi gula dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang tiba-tiba, diikuti dengan penurunan energi secara drastis. Kondisi ini membuat tubuh cepat lelah dan sulit berkonsentrasi.
World Health Organization menyebutkan, “High sugar intake is associated with increased risk of metabolic disorders and energy fluctuations“. Sebagai alternatif, konsumsi kurma atau buah segar dalam jumlah wajar untuk memberikan energi tanpa membebani tubuh.
Hindari Saat Berbuka Puasa: Gorengan dan Makanan Tinggi Lemak
Gorengan dan makanan tinggi lemak jenuh memang terasa lezat saat berbuka, tetapi membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Akibatnya, perut bisa terasa penuh dan tidak nyaman.
Selain itu, makanan berlemak dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan, seperti mulas atau kembung. Pilihan yang lebih sehat adalah mengonsumsi makanan yang dikukus, direbus, atau dipanggang. Makanan rendah lemak membantu tubuh memulihkan energi lebih cepat dan menjaga kenyamanan pencernaan.
Makanan Pedas dan Asam
Makanan pedas atau asam sering digunakan untuk menambah selera makan saat berbuka. Namun, bagi sebagian orang, makanan pedas atau asam dapat mengiritasi lambung dan memicu refluks asam atau nyeri ulu hati.
American Gastroenterological Association menyatakan, “Spicy and acidic foods may exacerbate gastrointestinal discomfort, especially after fasting“. Oleh karena itu, batasi konsumsi makanan pedas dan asam saat berbuka untuk menjaga kenyamanan sistem pencernaan.
Hindari Saat Berbuka Puasa: Minuman Berkafein dan Berkarbonasi
Kopi, teh kental, atau minuman bersoda sering diminum saat berbuka karena dianggap menyegarkan. Padahal, kafein bersifat diuretik sehingga dapat mempercepat kehilangan cairan tubuh, sedangkan minuman bersoda bisa menimbulkan perut kembung dan gas. Jika ingin tetap mengonsumsi, seimbangkan dengan air putih agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

Hindari Saat Berbuka Puasa: Makanan Instan dan Tinggi Garam
Makanan instan seperti mie instan atau camilan asin memang praktis, tetapi kandungan garamnya tinggi. Konsumsi makanan tinggi garam setelah berpuasa dapat menyebabkan dehidrasi dan meningkatkan tekanan darah sementara.
Kementerian Kesehatan RI menyebutkan, “Konsumsi garam yang tinggi dapat meningkatkan kebutuhan cairan dan dapat memengaruhi tekanan darah.”. Pilihlah makanan yang rendah garam dan kaya serat untuk menjaga keseimbangan tubuh.
Tips Berbuka Puasa Sehat
Untuk berbuka puasa yang sehat, awali dengan minum air putih atau segelas jus buah segar. Disusul dengan kurma sebagai sumber energi cepat yang alami. Kemudian, konsumsi makanan utama yang seimbang, terdiri dari karbohidrat kompleks, protein, dan sayuran. Strategi ini membantu tubuh pulih secara bertahap dan menjaga energi tetap stabil sepanjang malam.
Kesimpulan
Memilih makanan saat berbuka puasa bukan hanya soal kenyang, tetapi juga menjaga kesehatan tubuh dan pencernaan. Menghindari makanan tinggi gula, lemak, garam, pedas, serta minuman berkafein akan membuat tubuh lebih segar, bertenaga, dan nyaman setelah puasa. Dengan memahami makanan apa yang perlu dihindari, ibadah puasa bisa dijalani dengan lebih optimal dan menyehatkan.
Bagi yang ingin lanjutkan pendidikan prodi S1 gizi Kalimantan Selatan, STIKes Husada Borneo merupakan salah satu institusi pendidikan yang dapat dipertimbangkan. Kampus ini menyediakan program studi yang sesuai dan mendukung pengembangan wawasan di bidang gizi dan kesehatan. Informasi pendaftaran secara lengkap bisa kamu dapatkan di stikeshb.ac.id atau Instagram @stikeshb.
Sumber
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/healthy-diet
https://www.gastrojournal.org/article/S0016-5085(23)05597-X/fulltext
https://peraturan.bpk.go.id/Download/109856/Permenkes%20Nomor%2041%20Tahun%202014.pdf
https://primayahospital.com/gizi/sahur-dan-berbuka/ https://unesa.ac.id/hindari-kebiasaan-ini-agar-tubuh-tetap-sehat-dan-bugar-saat-puasa
Tag:berbuka puasa, makanan
