
Olahraga Setelah Ibadah Shalat Tarawih, Bolehkah?
Bulan Ramadan identik dengan perubahan pola aktivitas, mulai dari waktu makan hingga jam istirahat. Setelah seharian berpuasa dan melaksanakan ibadah malam, banyak orang bertanya-tanya apakah aman berolahraga setelah shalat tarawih. Sebagian khawatir tubuh menjadi terlalu lelah, sementara yang lain justru merasa waktu malam adalah momen paling nyaman untuk bergerak. Lalu, sebenarnya bagaimana pandangan kesehatan mengenai hal ini?
Shalat Tarawih dan Kondisi Tubuh di Malam Hari
Setelah berbuka dan makan malam, tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan. Biasanya, shalat tarawih dilakukan sekitar satu hingga dua jam setelah berbuka. Pada waktu tersebut, energi mulai kembali pulih, meskipun tubuh tetap berada dalam pola puasa harian.
Secara umum, olahraga setelah shalat tarawih boleh saja dilakukan, asalkan memperhatikan intensitas dan kondisi tubuh masing-masing. Aktivitas fisik ringan hingga sedang seperti jalan santai, bersepeda statis, atau peregangan dapat membantu melancarkan peredaran darah dan menjaga kebugaran tanpa membebani tubuh secara berlebihan.
Menurut World Health Organization, aktivitas fisik secara teratur memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan. Dalam panduannya disebutkan bahwa “regular physical activity is one of the most important things you can do for your health”. Kutipan tersebut menegaskan bahwa olahraga tetap penting, termasuk di bulan Ramadan, selama dilakukan dengan bijak.
Waktu Ideal Berolahraga Setelah Shalat Tarawih
Banyak ahli menyarankan olahraga dilakukan sekitar 30–60 menit setelah shalat tarawih, ketika tubuh sudah cukup beristirahat dari aktivitas ibadah dan proses pencernaan berjalan lebih stabil. Hindari langsung berolahraga berat setelah makan besar karena dapat memicu gangguan lambung.
Jenis olahraga yang direkomendasikan antara lain jogging ringan, yoga, atau latihan kekuatan dengan beban ringan. Durasi 20–30 menit sudah cukup untuk menjaga kebugaran tanpa menguras energi berlebihan. Penting juga untuk memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum air putih yang cukup di sela waktu malam hingga sahur.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui berbagai imbauan kesehatan Ramadan juga menekankan pentingnya tetap aktif selama puasa. Dalam salah satu publikasinya disebutkan bahwa “aktivitas fisik tetap dapat dilakukan selama berpuasa dengan memilih waktu dan intensitas yang tepat”. Artinya, olahraga setelah shalat tarawih bukanlah hal yang dilarang, selama memperhatikan prinsip kehati-hatian.
Manfaat dan Risiko Olahraga Setelah Shalat Tarawih
Olahraga malam hari memiliki beberapa manfaat. Pertama, suhu udara cenderung lebih sejuk sehingga tubuh tidak cepat mengalami dehidrasi. Kedua, waktu malam sering kali lebih fleksibel karena pekerjaan utama telah selesai. Ketiga, olahraga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur jika dilakukan dengan intensitas yang tepat.
Namun, ada pula risiko yang perlu diwaspadai. Jika olahraga dilakukan terlalu berat, tubuh bisa mengalami kelelahan berlebihan, terutama karena asupan energi terbatas selama puasa. Kurang tidur akibat aktivitas malam yang padat juga dapat berdampak pada konsentrasi dan produktivitas keesokan harinya.
Karena itu, penting untuk mendengarkan sinyal tubuh. Jika merasa pusing, lemas, atau jantung berdebar tidak normal, sebaiknya hentikan aktivitas dan beristirahat. Setiap orang memiliki kondisi fisik yang berbeda, sehingga tidak ada aturan yang benar-benar sama untuk semua.

Tips Aman Berolahraga Setelah Shalat Tarawih
Agar olahraga setelah shalat tarawih tetap aman, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan. Pertama, pilih intensitas ringan hingga sedang. Kedua, pastikan sudah mengonsumsi makanan bergizi saat berbuka. Ketiga, cukupi kebutuhan cairan secara bertahap hingga waktu sahur.
Selain itu, usahakan tidur yang cukup minimal 6–7 jam dalam sehari, meskipun terbagi antara malam dan siang. Tubuh yang kurang istirahat lebih rentan terhadap cedera dan penurunan daya tahan. Dengan perencanaan yang baik, olahraga dan ibadah dapat berjalan seimbang.
Kesimpulan
Olahraga setelah shalat tarawih pada dasarnya boleh dilakukan dan bahkan bermanfaat, selama memperhatikan waktu, jenis, dan intensitas latihan. Aktivitas fisik ringan hingga sedang dapat membantu menjaga kebugaran tanpa mengganggu ibadah maupun waktu istirahat. Kunci utamanya adalah mengenali batas kemampuan tubuh dan menjaga keseimbangan antara aktivitas, nutrisi, serta istirahat selama Ramadan.
Di sisi lain, bagi yang ingin memilih jurusan perekam dan informasi kesehatan KalSel, STIKes Husada Borneo merupakan salah satu institusi pendidikan yang dapat dipertimbangkan. Kampus ini menyediakan program studi yang sesuai dan mendukung pengembangan wawasan di bidang tersebut. Informasi pendaftaran secara lengkap bisa kamu dapatkan di stikeshb.ac.id atau Instagram @stikeshb.
Sumber
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/physical-activity
https://baznas.go.id/artikel-show/Tips-Berolahraga-Saat-Ramadan-agar-Tetap-Sehat-dan-Bugar/2207
Tag:olahraga, shalat tarawih
