
Cara Menjaga Imun Tubuh Saat Puasa
Puasa bukan hanya ibadah yang melatih kesabaran, tetapi juga momen bagi tubuh untuk melakukan proses detoksifikasi alami. Namun, perubahan pola makan dan waktu istirahat sering kali membuat sebagian orang merasa lemas atau mudah sakit. Karena itu, menjaga imun tubuh saat puasa menjadi hal yang sangat penting agar aktivitas harian tetap berjalan optimal. Dengan pola hidup yang tepat, puasa justru dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus memperbaiki metabolisme.
Pentingnya Menjaga Imun Tubuh Saat Puasa
Selama berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama kurang lebih 12–14 jam. Kondisi ini membuat tubuh menyesuaikan diri dengan menggunakan cadangan energi yang ada. Jika tidak diimbangi dengan asupan nutrisi yang cukup saat sahur dan berbuka, daya tahan tubuh bisa menurun.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization, sistem kekebalan tubuh yang baik sangat dipengaruhi oleh asupan gizi seimbang, tidur cukup, serta aktivitas fisik teratur. Dalam salah satu panduannya disebutkan bahwa “good nutrition is crucial for health, particularly in times when the immune system might need to fight back”. Kutipan tersebut menegaskan bahwa nutrisi yang baik menjadi fondasi utama dalam menjaga imun tubuh, terutama saat tubuh sedang beradaptasi seperti ketika berpuasa.
Selain itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga menekankan pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang selama Ramadan. Dalam laman resminya dijelaskan bahwa “konsumsi makanan dengan gizi seimbang saat sahur dan berbuka membantu menjaga kebugaran dan daya tahan tubuh selama berpuasa”. Hal ini menunjukkan bahwa pola makan menjadi kunci utama menjaga imun tubuh tetap stabil.
Pola Makan Seimbang untuk Mendukung Imun Tubuh
Sahur sebaiknya tidak dilewatkan karena berfungsi sebagai sumber energi utama sepanjang hari. Pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, atau oatmeal agar energi dilepaskan secara bertahap. Tambahkan protein dari telur, ikan, tempe, atau tahu untuk membantu regenerasi sel dan menjaga kekuatan otot.
Sayur dan buah juga wajib dikonsumsi karena kaya vitamin dan mineral, terutama vitamin C, vitamin A, serta zinc yang berperan penting dalam menjaga imun tubuh. Buah seperti jeruk, pepaya, dan pisang bisa menjadi pilihan praktis saat sahur maupun berbuka.
Saat berbuka, hindari langsung mengonsumsi makanan dalam porsi besar. Awali dengan air putih dan kurma, lalu beri jeda sebelum makan utama. Pola ini membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal sehingga nutrisi terserap dengan baik.
Cukup Istirahat dan Kelola Stres
Selain asupan gizi, kualitas tidur sangat memengaruhi daya tahan tubuh. Selama Ramadan, waktu tidur sering berkurang karena harus bangun lebih awal untuk sahur. Oleh karena itu, penting untuk mengatur jadwal tidur, misalnya dengan tidur lebih awal atau memanfaatkan waktu siang untuk power nap singkat.
Stres yang tidak terkelola juga dapat menurunkan imun tubuh. Aktivitas ibadah seperti salat, membaca Al-Qur’an, atau meditasi ringan dapat membantu menenangkan pikiran. Dengan kondisi mental yang stabil, tubuh akan lebih mampu melawan infeksi dan penyakit.

Tetap Aktif Bergerak dan Perhatikan Hidrasi
Berpuasa bukan alasan untuk bermalas-malasan. Olahraga ringan seperti jalan kaki, stretching, atau yoga tetap dianjurkan, terutama menjelang berbuka. Aktivitas fisik membantu melancarkan sirkulasi darah dan meningkatkan respons imun.
Jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan cairan dengan pola 2-4-2, yaitu dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur. Dehidrasi dapat menyebabkan tubuh mudah lelah dan menurunkan konsentrasi. Dengan hidrasi yang cukup, fungsi organ tubuh termasuk sistem imun dapat berjalan optimal.
Sebagai perekam dan informasi kesehatan Kalbar, berbagai lembaga kesehatan daerah juga aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga daya tahan tubuh selama Ramadan. Edukasi ini penting agar masyarakat memahami bahwa puasa yang dijalankan dengan benar justru dapat memberikan manfaat kesehatan jangka panjang.
Kesimpulan
Menjaga daya tahan selama Ramadan bukanlah hal yang sulit jika dilakukan dengan konsisten. Kunci utamanya terletak pada pola makan bergizi seimbang, istirahat yang cukup, olahraga ringan, serta manajemen stres yang baik. Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, imun tubuh tetap terjaga sehingga puasa dapat dijalani dengan lancar dan penuh energi.
Sementara bagi yang ingin lanjutkan pendidikan perekam dan informasi kesehatan Kalbar, STIKes Husada Borneo merupakan salah satu institusi pendidikan yang dapat dipertimbangkan. Kampus ini menyediakan program studi yang sesuai dan mendukung pengembangan wawasan di bidang tersebut. Informasi pendaftaran secara lengkap bisa kamu dapatkan di stikeshb.ac.id atau Instagram @stikeshb.
Sumber
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/healthy-diet
https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/tips-agar-puasa-tetap-fit
