
Jalan Kaki atau Jogging Saat Puasa?
Bulan puasa sering membuat banyak orang ragu untuk berolahraga. Sebagian khawatir tubuh akan cepat lelah, sementara yang lain merasa aktivitas fisik justru membantu menjaga kebugaran. Pertanyaan yang sering muncul adalah, mana yang lebih tepat dilakukan saat puasa: jalan kaki atau jogging? Jawabannya tidak selalu sama bagi setiap orang, karena kondisi fisik, kebiasaan olahraga, dan waktu pelaksanaan sangat memengaruhi hasilnya. Dengan memahami perbedaan keduanya, kita bisa memilih aktivitas yang paling aman dan nyaman.
Manfaat Jalan Kaki Saat Puasa Bagi Pemula
Bagi pemula, aktivitas berjalan santai merupakan pilihan yang relatif aman. Intensitasnya rendah sehingga tidak terlalu membebani tubuh yang sedang berpuasa. Aktivitas ini membantu menjaga sirkulasi darah, meningkatkan fleksibilitas otot, serta menjaga suasana hati tetap stabil. Selain itu, risiko dehidrasi dan kelelahan berlebihan juga lebih kecil dibandingkan olahraga berintensitas tinggi.
Waktu terbaik untuk melakukan aktivitas ini biasanya menjelang berbuka atau setelah salat tarawih. Menjelang berbuka, tubuh tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mengganti cairan. Sementara itu, setelah berbuka ringan, energi sudah mulai kembali sehingga tubuh terasa lebih siap bergerak.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga menekankan pentingnya aktivitas fisik yang terukur selama puasa. Dalam salah satu panduan kesehatan disebutkan, “Aktivitas fisik tetap diperlukan untuk menjaga kebugaran tubuh, namun intensitasnya perlu disesuaikan dengan kondisi.” Panduan tersebut menegaskan bahwa olahraga tidak perlu dihentikan sepenuhnya, tetapi perlu dilakukan dengan bijak dan sesuai kemampuan.
Kapan Jogging Boleh Dilakukan?
Jogging sebenarnya tetap bisa dilakukan saat puasa, tetapi tidak dianjurkan bagi pemula atau mereka yang jarang berolahraga. Aktivitas ini memiliki intensitas lebih tinggi sehingga tubuh membutuhkan energi dan cairan yang lebih banyak. Jika dilakukan pada siang hari, risiko lelah, pusing, atau dehidrasi bisa meningkat.
Bagi yang sudah terbiasa jogging, waktu terbaik biasanya setelah berbuka ringan atau sekitar satu hingga dua jam setelah makan malam. Pada waktu tersebut, tubuh sudah memiliki cadangan energi yang cukup. Durasi juga sebaiknya tidak terlalu lama, cukup 20–30 menit dengan kecepatan sedang.
Hal penting lainnya adalah memperhatikan kondisi tubuh. Jika napas terasa berat atau tubuh mulai lemas, sebaiknya segera berhenti. Puasa bukan waktu yang tepat untuk mengejar target latihan berat, melainkan menjaga kebugaran secara konsisten.

Memilih Aktivitas yang Paling Sesuai
Memilih jenis olahraga saat puasa sebaiknya didasarkan pada tujuan dan kondisi fisik. Jika tujuan utama adalah menjaga kesehatan dan tetap aktif, maka berjalan santai sudah cukup memberikan manfaat. Aktivitas ini juga mudah dilakukan tanpa memerlukan peralatan khusus.
Selain itu, faktor usia, pola tidur, dan jenis pekerjaan juga perlu dipertimbangkan. Orang yang bekerja di luar ruangan, misalnya, mungkin sudah cukup banyak bergerak sehingga tidak perlu olahraga tambahan yang terlalu berat. Sebaliknya, mereka yang bekerja di dalam ruangan dapat memanfaatkan waktu sore untuk bergerak ringan agar tubuh tidak kaku.
Pengetahuan mengenai aktivitas fisik yang aman, pola hidup sehat, serta pencegahan kelelahan sebenarnya dipelajari secara lebih mendalam dalam bidang kesehatan. Tidak sedikit calon tenaga kesehatan yang tertarik mempelajari hal tersebut di berbagai institusi pendidikan, termasuk pilihan STIKes terbaik Banjarbaru yang menawarkan bidang studi terkait kesehatan dan kebugaran masyarakat.
Terakhir, penting untuk memperhatikan asupan cairan dan makanan. Minum air yang cukup saat sahur dan berbuka, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang, membantu tubuh tetap bertenaga. Tanpa asupan yang tepat, olahraga ringan sekalipun bisa terasa berat.
Kesimpulan
Baik berjalan santai maupun jogging memiliki manfaat masing-masing, tetapi pilihan terbaik saat puasa bergantung pada kondisi tubuh dan tingkat kebiasaan berolahraga. Bagi pemula, aktivitas dengan intensitas rendah lebih aman dan mudah dijalani secara konsisten. Kunci utamanya adalah mendengarkan sinyal tubuh, memilih waktu yang tepat, serta menjaga asupan cairan dan nutrisi agar kebugaran tetap terjaga selama menjalani puasa.
Sementara bagi yang ingin lanjutkan pendidikan di STIKes terbaik Banjarbaru, STIKes Husada Borneo merupakan salah satu institusi pendidikan yang dapat dipertimbangkan. Kampus ini menyediakan program studi yang sesuai dan mendukung pengembangan wawasan di bidang tersebut. Informasi pendaftaran secara lengkap bisa kamu dapatkan di stikeshb.ac.id atau Instagram @stikeshb.
Sumber
https://promkes.kemkes.go.id/aktivitas-fisik-saat-puasa
https://hellosehat.com/kebugaran/olahraga-lainnya/5-tips-aman-tetap-jogging-saat-puasa/
https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/4051/olahraga-yang-tepat-saat-menjalankan-ibadah-puasa
Tag:jalan kaki, jogging, puasa
