
Olahraga Ringan untuk Pemula Saat Puasa
Menjalani puasa bukan berarti tubuh harus berhenti bergerak sepenuhnya. Justru, aktivitas fisik atau olahraga ringan yang tepat dapat membantu menjaga kebugaran, memperbaiki suasana hati, dan membuat tubuh tetap bertenaga hingga waktu berbuka. Bagi pemula, memilih jenis aktivitas yang tidak terlalu berat menjadi kunci agar tubuh tidak mudah lelah atau dehidrasi. Waktu pelaksanaan, intensitas, dan jenis gerakan perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh agar manfaatnya terasa tanpa mengganggu ibadah.
Manfaat Olahraga Ringan Bagi Tubuh Saat Puasa
Aktivitas fisik dengan intensitas rendah hingga sedang membantu menjaga metabolisme tetap stabil. Ketika tubuh bergerak, sirkulasi darah meningkat sehingga distribusi oksigen dan nutrisi menjadi lebih optimal. Hal ini membantu menjaga stamina meskipun asupan makanan dan minuman terbatas selama beberapa jam.
Selain itu, aktivitas fisik juga berperan dalam menjaga kesehatan otot dan sendi. Banyak orang merasa tubuh kaku atau pegal selama berpuasa karena aktivitas yang berkurang. Gerakan sederhana seperti peregangan, berjalan santai, atau latihan pernapasan dapat membantu tubuh tetap lentur dan nyaman.
Menurut panduan kesehatan dari Organisasi Kesehatan Dunia, penting bagi setiap orang untuk tetap aktif secara fisik. Dalam salah satu panduannya disebutkan, “Adults aged 18–64 years should do at least 150 minutes of moderate-intensity physical activity throughout the week.” Rekomendasi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas fisik tetap diperlukan untuk menjaga kesehatan, dan selama bulan puasa, aktivitas tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh serta waktu yang tepat, misalnya menjelang berbuka atau setelah salat tarawih.

Jenis Olahraga Ringan yang Cocok untuk Pemula
Bagi pemula, memilih aktivitas yang sederhana merupakan langkah terbaik. Jalan kaki santai selama 20–30 menit adalah pilihan yang mudah dilakukan dan tidak memerlukan peralatan khusus. Waktu terbaik biasanya sekitar 30–60 menit sebelum berbuka, karena tubuh dapat segera mengganti cairan setelah selesai beraktivitas.
Peregangan juga sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang bekerja di depan komputer atau duduk dalam waktu lama. Peregangan membantu mengurangi ketegangan otot dan meningkatkan fleksibilitas. Gerakan yoga ringan atau latihan pernapasan juga bisa menjadi alternatif yang menenangkan, terutama di sore hari.
Latihan kekuatan dengan beban tubuh seperti squat ringan, wall push-up, atau plank singkat dapat dilakukan dengan durasi pendek. Kuncinya adalah menjaga intensitas tetap rendah dan tidak memaksakan diri. Jika tubuh mulai terasa pusing atau lemah, sebaiknya segera berhenti dan beristirahat.
Pengetahuan mengenai pola hidup sehat, aktivitas fisik, dan keseimbangan tubuh sebenarnya dipelajari secara lebih mendalam dalam bidang kesehatan. Tidak sedikit mahasiswa yang tertarik mempelajari hal tersebut melalui berbagai program pendidikan kesehatan, termasuk mereka yang mengambil jalur kuliah rekam medis bintang sebagai bagian dari pengembangan wawasan di dunia layanan kesehatan.
Tips Aman Beraktivitas Fisik Saat Puasa
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar aktivitas fisik tetap aman. Pertama, pastikan tubuh terhidrasi dengan baik saat sahur dan berbuka. Minum air putih yang cukup membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh sehingga tidak mudah lelah.
Kedua, perhatikan tanda-tanda tubuh. Jika merasa lemas, pusing, atau jantung berdebar tidak normal, sebaiknya kurangi intensitas aktivitas atau berhenti sejenak. Mendengarkan sinyal tubuh merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan.
Ketiga, pilih waktu yang tepat. Banyak orang merasa lebih nyaman bergerak menjelang berbuka karena jarak dengan waktu makan tidak terlalu lama. Namun, ada juga yang lebih suka beraktivitas setelah berbuka ringan agar energi sudah kembali.
Terakhir, gunakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat. Hal sederhana ini sering diabaikan, padahal pakaian yang tepat membantu tubuh tetap sejuk dan mencegah rasa tidak nyaman selama bergerak.
Kesimpulan
Menjaga tubuh tetap aktif selama puasa bukanlah hal yang sulit jika dilakukan dengan cara yang tepat. Memilih aktivitas yang sesuai, memperhatikan waktu, serta menjaga asupan cairan adalah langkah penting agar tubuh tetap bugar. Dengan kebiasaan yang konsisten, olahraga ringan dapat menjadi bagian dari rutinitas sehat yang mendukung kebugaran sekaligus membantu tubuh beradaptasi selama menjalani puasa.
Sementara bagi yang ingin kuliah rekam medis bintang, STIKes Husada Borneo merupakan salah satu institusi pendidikan yang dapat dipertimbangkan. Kampus ini menyediakan program studi yang sesuai dan mendukung pengembangan wawasan di bidang tersebut. Informasi pendaftaran secara lengkap bisa kamu dapatkan di stikeshb.ac.id atau Instagram @stikeshb.
Sumber
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/physical-activity
Tag:olahraga ringan, puasa
