
Tips Puasa Tanpa Lemas Bagi Penderita Darah Rendah
Menjalani ibadah puasa membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang baik. Bagi sebagian orang, puasa bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi penderita darah rendah yang kerap mengalami pusing, lemas, atau pandangan berkunang-kunang. Kondisi ini dalam istilah medis dikenal sebagai hipotensi, yaitu tekanan darah yang berada di bawah batas normal. Jika tidak dikelola dengan tepat, perubahan jam makan dan minum selama puasa dapat memperburuk keluhan. Oleh karena itu, penting untuk memahami strategi agar puasa tetap berjalan lancar tanpa mengganggu kesehatan.
Darah Rendah dan Tantangan Saat Puasa
Penderita darah rendah cenderung sensitif terhadap dehidrasi dan kekurangan energi. Saat berpuasa, tubuh tidak mendapat asupan cairan selama berjam-jam, sehingga volume darah dapat menurun. Akibatnya, aliran darah ke otak menjadi kurang optimal dan memicu rasa lemas.
Menurut Mayo Clinic, “Low blood pressure may cause dizziness, fainting, blurred vision, and fatigue when blood flow to vital organs is reduced”. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan tekanan darah sangat penting, terutama saat tubuh mengalami perubahan pola makan seperti di bulan Ramadan.
Pentingnya Sahur untuk Menjaga Energi bagi Penderita Darah Rendah
Sahur berperan besar dalam menjaga stamina selama puasa. Pilih menu yang mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, atau oatmeal agar energi dilepaskan secara bertahap. Tambahkan protein dari telur, ikan, atau tahu tempe untuk membantu menjaga massa otot dan rasa kenyang lebih lama.
Asupan cairan juga harus cukup, dengan minum air putih secara bertahap. Hindari langsung mengonsumsi minuman berkafein karena dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan mempercepat dehidrasi.

Pola Berbuka yang Membantu Stabilitas Tubuh bagi Penderita Darah Rendah
Berbuka puasa sebaiknya dilakukan secara bertahap. Awali dengan air putih dan makanan manis alami seperti kurma untuk mengembalikan kadar gula darah. Setelah itu, konsumsi makanan utama yang seimbang antara karbohidrat, protein, dan lemak sehat.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menekankan bahwa “Pemenuhan cairan dan zat gizi seimbang saat puasa penting untuk mencegah gangguan kesehatan”. Prinsip ini membantu tubuh beradaptasi kembali setelah seharian berpuasa.
Peran Garam, Cairan, dan Aktivitas
Dalam batas wajar, asupan garam dapat membantu mempertahankan tekanan darah agar tidak terlalu rendah. Namun, konsumsi tetap harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. Selain itu, menjaga hidrasi dengan minum air putih minimal 6-8 gelas dari waktu berbuka hingga sahur sangat dianjurkan.
Aktivitas fisik berat sebaiknya dihindari pada siang hari. Pilih kegiatan ringan seperti stretching atau berjalan santai setelah berbuka untuk melancarkan sirkulasi darah tanpa membuat tubuh kelelahan.
Kesimpulan
Puasa tetap dapat dijalani dengan aman meskipun memiliki tekanan darah di bawah normal, asalkan disertai pengaturan pola makan, hidrasi yang cukup, dan gaya hidup seimbang. Kunci utamanya adalah mengenali sinyal tubuh dan tidak memaksakan diri ketika muncul keluhan. Dengan persiapan yang tepat, puasa bisa menjadi momen ibadah yang menyehatkan secara fisik dan mental.
Sementara bagi yang ingin kuliah program D3 bank darah Kalsel, STIKes Husada Borneo merupakan salah satu institusi pendidikan yang dapat dipertimbangkan. Kampus ini menyediakan program studi yang sesuai dan mendukung pengembangan wawasan di bidang kesehatan. Informasi pendaftaran secara lengkap bisa kamu dapatkan di stikeshb.ac.id atau Instagram @stikeshb.
Sumber
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/low-blood-pressure
https://upk.kemkes.go.id/new/5-tips-sehat-selama-bulan-ramadhan
Tag:darah rendah, puasa, tips
