
4 Rumah Adat Kalimantan Barat yang Ikonik
Provinsi Kalimantan Barat dikenal kaya akan warisan budaya yang menakjubkan, salah satunya adalah beragam bentuk tradisional rumah adat Kalimantan Barat. Bangunan-bangunan ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga pusat kegiatan sosial, simbol identitas suku, dan cerminan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
1. Rumah Adat Kalimantan Barat Radakng
Rumah Radakng, atau dikenal juga sebagai rumah panjang, adalah jenis rumah adat Kalimantan Barat yang sangat ikonik. Rumah ini dibangun suku Dayak Kanayatn sepanjang hingga ratusan meter, dengan lebar sekitar 6-7 meter dan tinggi mencapai 5-8 meter. Struktur panggungnya menggunakan tiang penyangga yang kokoh dan atap sirap, dinding kayu, serta ornamen ukiran termasuk patung burung enggang dan motif tameng perang.
Rumah ini dibagi menjadi empat bagian utama: pante (teras), samik (ruang tamu/musyawarah), bilik (kamar), dan uak’ng mik (dapur). Dengan banyak tangga ganjil yang melambangkan filosofi budaya, rumah ini biasa dihuni oleh beberapa puluh keluarga sekaligus.
2. Rumah Adat Kalimantan Barat Panjae
Rumah Panjae berasal dari suku Dayak Iban, juga termasuk dalam jenis rumah adat Kalimantan Barat yang memanjang. Rumah ini memiliki ruangan khusus seperti ruang untuk jemur padi (tanyok), teras (kaki lima), ruang bersama (ruai), lumbung (sadau), dan ruang penyimpanan kerajinan (sadau bugau). Keseluruhan struktur mencerminkan filosofi hidup masyarakat setempat yaitu ramah lingkungan, gotong royong, dan arsitektur adaptif terhadap iklim tropis.

3. Rumah Adat Kalimantan Barat Ramin Bantang Bengkayang
Rumah Ramin Bantang berasal dari suku Dayak Bakati di Kabupaten Bengkayang. Berbeda dari jenis lainnya, rumah ini dibangun dari kayu ramin yang lebih tahan lama dibanding kayu ulin, sehingga lebih awet terhadap cuaca dan serangan serangga.
Bentuknya memanjang dan menyerupai rumah panggung, dengan tinggi yang dirancang untuk menghindari banjir dan gangguan hewan buas di masa lampau. Ornamen kayunya sederhana, namun berfungsi penting untuk budaya serta kehidupan masyarakat.

4. Rumah Adat Kalimantan Barat Bentang Samalantan
Rumah Bentang Samalantan terletak di kawasan antara Bengkayang dan Singkawang. Ciri khasnya adalah patung burung enggang yang sakral serta tangga di sisi, bukan di depan seperti umumnya.
Rumah ini memiliki empat ruang yang mengelilingi ruang keluarga di pusat bangunan, dengan hiasan motif Dayak yang melimpah di dalam, serta tiang penyangga dan patung kayu di luar. Konsep ini menunjukkan perpaduan fungsi sosial dan spiritual dalam satu bangunan formal.
Kesimpulan
Keempat rumah adat Kalimantan Barat ini (Rumah Radakng, Panjae, Ramin Bantang Bengkayang, dan Bentang Samalantan) nyata menjadi simbol identitas budaya serta inovasi arsitektur tradisional yang adaptif terhadap lingkungan dan kebutuhan sosial. Keunikan bentuk, fungsi, dan filosofi setiap rumah mencerminkan warisan kultural masyarakat Dayak dan Melayu di sana.
Sementara bagi yang ingin mempelajari berbagai ilmu kesehatan, STIKes Husada Borneo merupakan salah satu institusi pendidikan yang dapat dipertimbangkan. Kampus ini menyediakan program studi yang sesuai dan mendukung pengembangan wawasan di bidang tersebut. Informasi pendaftaran secara lengkap bisa kamu dapatkan di stikeshb.ac.id atau Instagram @stikeshb.
Sumber
https://romadecade.org/rumah-adat-kalimantan-barat/
https://mediaindonesia.com/pendidikan/653650/rumah-adat-kalimantan-barat
https://www.lamudi.co.id/journal/rumah-adat-kalimantan-barat-2/